Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib setelah Haid Beserta Doa Setelah Suci dari Haid
Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa haid termasuk perkara yang menyebabkan mandi wajib. Oleh karena itu, perempuan yang sedang haid dianggap memiliki hadas besar, dan setelah ia selesai dari masa haidnya, ia harus mandi wajib untuk bisa suci kembali dari hadas besar.
Adapun tata cara mandi wajib dari haid sama dengan tata cara mandi wajib dari hadas besar lainnya. Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menyebutkan tahapan mandi wajib secara sempurna, termasuk dari haid, sebagai berikut
Pertama, mengambil air kemudian membasuh tangan tiga kali.
Kedua, menghilangkan najis-najis yang keluar dari kubul dan dubur dengan cara beristinjak. Sekaligus juga menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di badan.
Ketiga, berwudhu sebagaimana berwudhu untuk melaksanakan shalat. Kemudian membasuh kedua telapak kaki.
Keempat, memulai mandi wajib dengan menyiram kepala dengan air tiga kali, disertai dengan niat menghilangkan hadas besar. Niat ini dibaca di dalam hati bersamaan dengan guyuran air pertama ke badan. Adapun lafadz niatnya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla lirof’il hadasil akbari fardhol lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, wajib karena Allah Ta’ala.
atau
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla lirof’il hadasil akbari minal haidhi fardhol lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, wajib karena Allah Ta’ala.
Kelima, lalu dilanjutkan dengan menyiram air ke seluruh tubuh, dimualai dari bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, tubuh sebelah kiri tiga kali, tubuh sebelah depan dan belakang tiga kali. Juga mengalirkan air pada lipatan-lipatan tubuh dan bagian-bagian tumbuhnya rambut dan bulu, baik tebal maupun tipis.
Doa Setelah Mandi Wajib / Bersuci dari Haid
Dengan melalui keempat tahapan di atas, maka mandi wajib dari haid sudah dinilai sah dan sempurna. Namun demikian, agar lebih sempurna, maka disunnahkan untuk membaca doa berikut setelah selesai mandi wajib, setelah keluar dari kamar mandi, yaitu:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي وَلاَ تَفْتِنِّيْ بِمَا زَوَيْتَ عَنِّيْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci. Maha Suci Engakau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Ya Allah, ampuni dosaku, lapangkan tempat tinggalku, berkahi aku dalam rizkiku, dan jangan Engkau fitnah aku dengan halangan dari-Mu. Semoga Allah memberikan rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya, juga semoga Allah memberikan keselamatan.
Comments
Post a Comment